PERAN IBU DALAM MENINGKATKAN KEGEMARAN MEMBACA PADA ANAK DI TENGAH PANDEMI

By #adminweb 23 Des 2020, 09:24:07 WIB Sekolah
PERAN IBU DALAM MENINGKATKAN KEGEMARAN MEMBACA PADA ANAK DI TENGAH PANDEMI

Ibu menjadi tokoh sentral dalam kehidupan anak terutama pada masa pademi covid-19. Perubahan model pembelajaran menjadi SFH (study from home), menuntut siswa untuk dapat dengan mandiri belajar dari rumah dan tanpa pengawasan yang baik, tentu pembelajaran tersebut tidak akan berjalan dengan efektif. Untuk itulah, peran seorang ibu sangat besar dalam memberikan Pendidikan terhadap anaknya.

Peran ibu pada saat pademi covid-19 ini memiliki tanggung jawab yang sangat besar, karena selain mengurus rumah tangga, para ibu juga dituntut untuk melakukan pengarahan, pengawasan terhadap anak-anaknya, dan mengarahkan supaya anak-anaknya menyukai, menyenangi bacaan, dan memahami cara pemakaian buku digital. Karena tugas yang diberikan pihak sekolah menuntut lebih banyak dilakukan melalui penggunaan teknologi informasi, karenanya pemakaian internet sangat massif dilakukan para siswa/pelajar.

Ibu adalah sosok wanita pertama yang dikenal oleh anak dan berbagi tugas dengan ayah untuk mengasuh, merawat, mendidik, serta membesarkan anak-anaknya. Seorang ibu yang lebih banyak keberadaan dirumah, pada masa pademi covid-19 ini dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat aktifitas yang berkualitas. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan selama #dirumahaja antara lain membaca. Kegiatan membaca harus dimulai sejak dini untuk membentuk minat baca dan menanamkan kebiasaan mengeksplorasi buku, jadi tidak hanya buku di sekolah. Dengan demikian, membaca diharapkan dapat menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pademi ini memang mengalami banyak problem, baik yang datang dari para siswa itu sendiri, para pengajarnya maupun permasalahan akses informasi, dan jangkauan internet dan signal internet yang terbatas. Jaringan internet dan signal yang terbatas inipun masih menjadi permasalahan yang mengemuka ketika pembelajaran jarak jauh dilaksanakan, disamping belum siapnya para siswa dan guru dengan kebiasaan pemakaian teknologi informasi. Hal itu lebih terasakan sekali di daerah padesaan dan pedalaman, yang masih banyak yang belum mendapatkan fasilitas layanan internet ini. Untuk mengurangi klaster sekolah terinveksi virus corona, kebijakan yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberlakukan belajar jarak jauh, merupakan suatu langkah yang bijaksana dan tepat ketika obat/vaksin anti virus belum ditemukan. Tentu saja, metode pembelajaran jarak jauh ini diperlukan banyak penyesuaian, yang tidak bisa dilakukan seperti pembelajaran normal. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, karena metode pembelajaran PJJ ini yang paling aman untuk mengurangi klaster penularan covid di sekolah.  




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment