PENDIDIK YANG BERKUALITAS

By #adminweb 13 Feb 2021, 09:40:28 WIB Sekolah
PENDIDIK YANG BERKUALITAS

SMP (Sekolah Menengah Pertama) merupakan pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan dan pembelajaran di tingkat SMP memberikan penekanan peletakan pondasi dalam menyiapkan generasi agar menjadi manusia yang mampu menghadapi era yang semakin berat. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003 pasal 17 tentang pendidikan dasar disebutkan bahwa pendidikan dasar terdiri dari SD (Sekolah Dasar)/sederajat dan SMP (Sekolah Menengah Pertama)/sederajat. Jika suatu bangsa menginginkan kemajuan di bidang pendidikan, maka harus ada upaya untuk mengembangkan potensi dan bakat dari peserta didik. Untuk mengembangkan potensi dan bakat peserta didik, dilakukan melalui proses pembelajaran. Dengan proses pembelajaran yang baik dan berkualitas, peserta didik akan mendapatkan pengetahuan, ketrampilan serta bekal untuk menghadapi berbagai kemajuan dan tantangan zaman. Seiring dengan kemajuan zaman, berkembang pula teori-teori pembelajaran. Teori pembelajaran ini, dapat digunakan sebagai bekal oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan sehingga akan tercipta iklim belajar yang menyenangkan. Salah satu indikator kemajuan bangsa ditentukan sejauh mana kualitas pendidikannya.

Dengan pendidikan yang berkualitas, akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan pada zamannya. Salah satu fungsi dunia pendidikan yaitu menghasilkan output (keluaran) dalam jumlah besar, terampil dan disiplin serta mempunyai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diperlukan peningkatan berbagai faktor. Salah satunya adalah peningkatan kualitas dan kompetensi guru menuju guru yang professional. Guru yang professional dapat bekerja baik secara individual maupun kolaboratif dalam memperbaiki proses 2 pembelajaran. 

Untuk peningkatan kualitas pembelajaran, selain faktor guru juga dipengaruhi faktor-faktor yang lain seperti suasana lingkungan kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan dana pendukung, peran serta masyarakat, kepemimpinan kepala sekolah dan sebagainya. Komponen-komponen tersebut sangat penting dan berperan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran. Efektifitas pembelajaran di sekolah merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Efektif berarti dapat membawa hasil atau berhasil guna. Efektivitas berarti keberhasilan usaha, tindakan. Efektifitas pembelajaran merupakan standar keberhasilan pembelajaran, artinya dalam proses pembelajaran jika berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan berarti semakin tinggi efektifitas pembelajarannya.

Jadi dalam proses pembelajaran diarahkan seorang guru harus membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pelajaran. Sedangkan materi pembelajaran dapat bersumber dari diri sendiri maupun dari luar diri sendiri. 3 Keefektifan pembelajaran berkaitan dengan terciptanya lingkungan belajar di kelas yang kondusif bagi peningkatan keilmuan, peningkatan kritisisme dan mempertajam analisis. Lingkungan belajar merupakan tempat dimana terjadi proses belajar mengajar. Lingkungan belajar ini bisa berupa ruang kelas, ruang laboratorium maupun lingkungan alam di sekitar seperti halaman, kebun, kolam dan lain-lain. Dengan beragamnya lingkungan belajar akan mendukung kerja ilmiah yang dilakukan peserta didik sehingga dapat memunculkan ketrampilan proses dalam pembelajaran.

Dengan demikian siswa akan lebih mudah dalam mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang dipersyaratkan. Efektifitas pembelajaran yang tinggi sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai pengelola proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator harus mampu mengembangkan materi pembelajaran yang menarik, mampu menampilkan kondisi belajar mengajar yang menantang serta mampu mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuannya untuk menguasai materi pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan apa yang diuraikan oleh Ibrahim bahwa guru dalam proses pembelajaran juga harus bersifat sebagai fasilitator yang dapat memberikan dukungan terhadap terciptanya proses pembelajaran kondusif, agar siswa mampu belajar secara aktif menuju belajar yang mandiri.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment